VISITASI LAPANGAN “Dalam Rangka Perubahan Bentuk Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Karya Jaya”

      Komentar Dinonaktifkan pada VISITASI LAPANGAN “Dalam Rangka Perubahan Bentuk Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Karya Jaya”

Jakarta, 06 Mei 2026

Ketua Dewan Pembina Yayasan Jaya Husada Dorong Transformasi Institusi Keperawatan Menjadi STIKES.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Jaya Husada, Rudyono Darsono, menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi institusi pendidikan keperawatan menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES). Langkah ini dinilai sebagai strategi penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat menengah ke bawah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah pinggiran Kota Jakarta.

Dalam wawancara yang dilakukan baru-baru ini, Rudyono menjelaskan bahwa perubahan bentuk kelembagaan tersebut tidak akan menghilangkan identitas utama institusi sebagai pendidikan keperawatan. Sebaliknya, transformasi ini bertujuan memperluas cakupan keilmuan dan menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih terbuka, modern, dan inklusif.
“Perubahan ini bukan untuk menghapus akademi keperawatan, tetapi untuk meningkatkan sistem pembelajaran yang lebih luas dan terbuka, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah,” ujarnya.
Rudyono menegaskan bahwa tujuan utama transformasi tersebut adalah membuka kesempatan pendidikan yang lebih besar bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Ia juga memberikan syarat utama dalam mendukung perubahan tersebut, yaitu keterjangkauan biaya pendidikan.
“Saya mendukung perubahan ini dengan satu catatan penting: biaya pendidikan harus bisa dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Jika biayanya masih tinggi, maka saya tidak akan mengizinkan,” tegasnya.
Menurutnya, pihak pimpinan dan pengurus yayasan harus mampu merancang sistem pembiayaan yang realistis serta berpihak kepada masyarakat kecil. Ia menilai pendidikan merupakan alat mobilitas sosial yang efektif untuk membantu masyarakat keluar dari keterbatasan ekonomi menuju kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Transformasi ini juga sejalan dengan visi besar Yayasan Rudyono Foundation dalam memperkuat struktur sosial masyarakat Indonesia melalui pendidikan dan kesehatan. Rudyono menilai kondisi masyarakat kelas menengah saat ini cukup rentan di tengah dinamika ekonomi dan sosial yang terus berubah.
“Kita melihat masyarakat menengah kita sangat rapuh. Bahkan ada potensi mereka turun menjadi masyarakat miskin. Ini yang harus kita cegah, salah satunya melalui pendidikan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa program tersebut memang tidak dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, namun akan difokuskan pada daerah yang mampu dijangkau yayasan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Yayasan Rudyono Foundation akan memberikan dukungan penuh terhadap proses transformasi tersebut, mulai dari pembangunan fasilitas, penyediaan lokasi, hingga pengembangan sarana pendidikan tanpa membebani mahasiswa dengan biaya tinggi.
“Seluruh pendanaan akan kami tanggung melalui yayasan. Tidak akan ada pembiayaan yang memberatkan mahasiswa, apalagi melalui skema pinjaman. Ini murni hibah dari yayasan,” ungkapnya.
Tidak hanya berfokus pada pendidikan, Rudyono juga memiliki visi jangka panjang untuk mengembangkan fasilitas kesehatan berupa rumah sakit yang terintegrasi dengan institusi pendidikan tersebut. Menurutnya, langkah awal yang perlu dipersiapkan adalah penguatan sistem manajemen dan administrasi rumah sakit agar sumber daya manusia yang kompeten telah siap sebelum pembangunan fisik dilakukan.
“Kami ingin menyiapkan pengelola rumah sakit terlebih dahulu, terutama dari sisi manajemen dan administrasi. Ini penting agar ketika rumah sakit dibangun, sudah ada sistem yang siap berjalan,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Rudyono menegaskan komitmennya untuk terus membangun fasilitas pendidikan dan kesehatan yang layak bagi masyarakat.
Transformasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperluas akses pendidikan tinggi kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam membangun masyarakat Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing.